Teknologi Multimedia dalam Perfilman


Pada zaman sekarang ini  dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat segala sesuatu menjadi lebih canggih, termasuk salah satunya di bidang multimedia. Multimedia sendiri adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi, audio dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Salah satu contoh kemajuan teknologi pada multimedia yaitu dalam dunia perfilman. Dalam dunia perfilman ini penerapan teknologi multimedia membawa perubahan yang sangat pesat. Dengan adanya teknologi multimedia ini, pembuatan film akan menjadi lebih mudah dan menghasilkan efek visual yang beraneka ragam. Berikut beberapa teknologi multimedia yang digunakan dalam dunia perfilman:

1. Computer-Generated Imagery




Computer-Generated Imagery  adalah penggunaan grafik komputer (atau lebih tepatnya, grafik komputer 3D) dalam efek spesial. CGI digunakan dalam film, acara televisi dan iklan, dan juga media cetak. Permainan video umumnya menggunakan grafik komputer waktu-nyata (jarang disebut sebagai CGI), tetapi juga sering menggunakan "adegan tengah" (cutscene) yang telah direnderdan film-film pembuka yang mirip dengan penggunaan CGI. Ini dinamakan Full Motion Video (FMV). CGI sering digunakan dalam pembuatan film-film agar menghasilkan efek yang bagus. CGI dapat menghasilkan efek visual pada adegan film dengan lebih terkontrol, bahkan memungkinkan pembuatan konten adegan tanpa menggunakan aktor. Memanfaatkan software komputer seperti 3ds Max, LightWave 3D, open source Blander, maupun Maya, film dapat menyuguhkan tontonan dengan kualitas grafis yang tinggi. Teknologi ini pada awalnya digunakan pada film Westworld (1973) karya Michael Crichton. Film ini menggunakan teknologi CGI 2D. Kemudian pada sekuelnya Futureworld, teknologi yang digunakan semakin berkembang, yaitu CGI 3D untuk menggambarkan bagian tangan dan wajah. Selanjutnya teknologi CGI digunakan untuk menghasilkan Death Star dari Star Wars. CGI juga digunakan untuk menghasilkan film The Works pada tahun 1978, dimana CGI digunakan hampir pada keseluruhan film.


2. Digital Location




Selain karakter tokoh yang diberi visual effect, lokasi pada film juga diberi efek untuk menghasilkan tampilan lokasi yang lebih nyata. Efek visual pada lokasi film dapat dibuat pada lokasi yang sudah ada seperti gedung Avengers ataupun gedung Oscorp. Ataupun dapat pula berupa lokasi fiksi yang keseluruhannya dibuat secara digital seperti Pandora dalam Avatar. Untuk menghasilkan visual effect yang baik pada karakter tokoh, teknologi CGI dipadukan dengan teknologi yang dapat memberikan informasi pergerakan tokoh seperti facial capture maupun performance capture.

3. Motion Capture




Motion capture adalah sebuah proses merekam gerakan dari suatu obyek. Proses ini banyak digunakan saat pembuatan film ataupun game, yang biasanya untuk merekam setiap gerakan aktor untuk kemudian diolah kembali ke bentuk 3D. Proses perekaman gerakan ini biasanya dilakukan di studio dengan beberapa peralatan kamera yang mampu menangkap gerakan marker atau penanda berupa bola-bola kecil yang dilekatkan pada beberapa bagian tubuh aktor (biasanya pakai kostum khusus, yaitu baju gelap ketat bahan spandex). Beberapa contoh film yang menggunakan teknologi ini adalah film Avatar. Ada dua tipe motion capture yang dikenal dan sering digunakan, yaitu Optical Motion Capture Systems dan Non-Optical Motion Capture Systems

a. Optical motion capture adalah tipe motion capture yang mengambil gerakan optik menggunakan beberapa kamera khusus. Kamera-kamera tersebut dipasang di beberapa tempat untuk membaca gerakan objeknya dan mengubahnya menjadi model tiga dimensi atau mengubah gerakan objek menjadi bentuk digital. Kelebihannya, aktor dapat bebas bergerak karena alat (baju sensor) yang digunakan ringan. Kekurangannya, biaya yang lebih mahal dan rentan terhadap gangguan cahaya.

b. Sistem penangkapan gerak non-optik dipisahkan menurut jenis sensor. Dalam Non-optical Motion Capture System ada 3 jenis sensor, yaitu Inersia Motion Sensors, Mechanical Motion Sensors, dan Magnetic Sensors.



Sumber:








Komentar

Postingan populer dari blog ini

MVC pada CodeIgniter

Membuat Tabel CRUD dengan CodeIgniter