Teknologi Multimedia dalam Perfilman
1. Computer-Generated Imagery
Computer-Generated Imagery adalah penggunaan grafik komputer (atau lebih tepatnya, grafik komputer 3D) dalam efek spesial. CGI digunakan dalam film, acara televisi dan iklan, dan juga media cetak. Permainan video umumnya menggunakan grafik komputer waktu-nyata (jarang disebut sebagai CGI), tetapi juga sering menggunakan "adegan tengah" (cutscene) yang telah direnderdan film-film pembuka yang mirip dengan penggunaan CGI. Ini dinamakan Full Motion Video (FMV). CGI sering digunakan dalam pembuatan film-film agar menghasilkan efek yang bagus. CGI dapat menghasilkan efek visual pada adegan film dengan lebih terkontrol, bahkan memungkinkan pembuatan konten adegan tanpa menggunakan aktor. Memanfaatkan software komputer seperti 3ds Max, LightWave 3D, open source Blander, maupun Maya, film dapat menyuguhkan tontonan dengan kualitas grafis yang tinggi. Teknologi ini pada awalnya digunakan pada film Westworld (1973) karya Michael Crichton. Film ini menggunakan teknologi CGI 2D. Kemudian pada sekuelnya Futureworld, teknologi yang digunakan semakin berkembang, yaitu CGI 3D untuk menggambarkan bagian tangan dan wajah. Selanjutnya teknologi CGI digunakan untuk menghasilkan Death Star dari Star Wars. CGI juga digunakan untuk menghasilkan film The Works pada tahun 1978, dimana CGI digunakan hampir pada keseluruhan film.
2. Digital Location
Selain karakter tokoh yang diberi visual effect, lokasi pada film juga diberi efek untuk menghasilkan tampilan lokasi yang lebih nyata. Efek visual pada lokasi film dapat dibuat pada lokasi yang sudah ada seperti gedung Avengers ataupun gedung Oscorp. Ataupun dapat pula berupa lokasi fiksi yang keseluruhannya dibuat secara digital seperti Pandora dalam Avatar. Untuk menghasilkan visual effect yang baik pada karakter tokoh, teknologi CGI dipadukan dengan teknologi yang dapat memberikan informasi pergerakan tokoh seperti facial capture maupun performance capture.
3. Motion Capture
a. Optical motion capture adalah tipe motion capture yang mengambil gerakan optik menggunakan beberapa kamera khusus. Kamera-kamera tersebut dipasang di beberapa tempat untuk membaca gerakan objeknya dan mengubahnya menjadi model tiga dimensi atau mengubah gerakan objek menjadi bentuk digital. Kelebihannya, aktor dapat bebas bergerak karena alat (baju sensor) yang digunakan ringan. Kekurangannya, biaya yang lebih mahal dan rentan terhadap gangguan cahaya.
b. Sistem penangkapan gerak non-optik dipisahkan menurut jenis sensor. Dalam Non-optical Motion Capture System ada 3 jenis sensor, yaitu Inersia Motion Sensors, Mechanical Motion Sensors, dan Magnetic Sensors.



Komentar
Posting Komentar